Cover
EDITOR'S CHOICE #1 (STORY)

Di Atas Luka yang Tak Tampak

"Raga Wiratmaja bukan siapa-siapa—anak sopir angkot, lulusan pas-pasan, hidup dari bengkel kecil yang hampir bangkrut. Hidupnya berubah ketika sebuah kasus hukum menjerat sahabatnya, dan Raga dipaksa turun tangan meski bukan pengacara. Ia mulai belajar, bertanya, membaca, dan diam-diam mencari guru spiritual yang dulu pernah menolong ayahnya.Setiap jejak menuju kebenaran justru membuka luka lama:tentang ibunya yang hilang karena fitnah, sahabat yang berubah menjadi musuh, dan wanita yang ia cintai tapi kini berdiri di pihak lawan.Ketika kebenaran hampir terbuka, Raga mulai diteror oleh mimpi-mimpi aneh; suara perempuan yang memanggil dari masa lalu, lelaki tua berjubah hitam di persimpangan, dan bayangan ibunya yang seolah masih hidup. Apakah itu petunjuk… atau peringatan?Di tengah kekacauan hukum, konspirasi tanah, dan tekanan orang berkuasa, Raga menemukan satu hal yang tidak bisa dibeli oleh siapapun:Harga diri seorang manusia.Untuk pertama kalinya, ia memutuskan untuk melawan.Bukan demi menang… tapi demi layak berdiri.Dan di sanalah takdirnya berubah.Kadang, kemenangan bukan ketika kita menghajar dunia…tetapi ketika kita berhenti berlari dari diri sendiri.Novel ini akan menjadi perjalanan tentang kemiskinan yang membentuk, cinta yang melukai, hukum yang tidak adil, dan bisikan spiritual yang menuntun."

Baca Novel
134 Total Views
Cover
EDITOR'S CHOICE #2 (STORY)

SANG PENDIAM

"Ia tidak banyak bicara.Bukan karena tak punya suara,tapi karena dunia terlalu sering salah mendengar.Sang Pendiam adalah kisah tentang seorang lelaki biasa yang hidup di pinggir keramaian. Ia bekerja, pulang, makan, lalu tidur. Hari-harinya berjalan pelan, sunyi, nyaris tak meninggalkan jejak. Di mata orang lain, ia hanyalah pria pendiam yang mudah diabaikan—tidak menonjol, tidak berisik, tidak berbahaya.Namun di balik diamnya, ada masa lalu yang tidak pernah benar-benar pergi. Ada luka yang dipendam, harga diri yang dijaga, dan prinsip hidup yang tak pernah ia ucapkan dengan kata-kata. Ia tidak mencari masalah. Tapi hidup, seperti biasa, tidak peduli pada pilihan seseorang.Ketika tekanan datang dari lingkungan, pekerjaan, dan orang-orang yang merasa berhak meremehkan, batas itu perlahan terkikis. Dan saat garis terakhir terlewati, diam bukan lagi pilihan—melainkan keputusan untuk bertindak.Action dalam cerita ini tidak hadir sebagai pamer kekuatan, melainkan sebagai bentuk perlawanan yang jujur dan dingin. Setiap pukulan memiliki alasan. Setiap keputusan membawa konsekuensi. Tidak ada heroisme berlebihan—yang ada hanya manusia yang bertahan dengan caranya sendiri.Sang Pendiam adalah novel slice of life dengan denyut action realistis, tentang kesunyian yang menekan, kehidupan yang keras, dan seorang lelaki yang membuktikan bahwa diam bukan berarti lemah—kadang itu adalah bentuk kekuatan paling berbahaya."

Baca Novel
59 Total Views
Cover
EDITOR'S CHOICE #3 (COMIC)

Nano Mashin

"Setelah mengalami cobaan berat pada hidupnya, Tiba tiba Chun yeowun mendapatkan pertolongan tidak terduga dari keturunannya di masa depan yang memasukkan teknologi nano ke dalam tubuhnya! Mampukah Chun Yeowun menjadi master bela diri dengan menggunakan kekuatan nano mashin!?"

Baca Komik
58 Total Views
Cover
EDITOR'S CHOICE #4 (STORY)

Dunia Tanpa Takdir

"Sejak awal penciptaan, dunia tidak pernah bebas.Yang disebut takdir bukanlah kehendak alam, melainkan aturan yang ditulis para Dewa agar manusia tetap kecil, patuh, dan mudah dikorbankan.Dunia Ardhavara berjalan di bawah Kitab Takdir—sebuah hukum absolut yang menentukan siapa yang lahir sebagai raja, siapa yang mati sebagai budak, dan siapa yang bahkan tak pantas dikenang. Takdir menjaga dunia tetap “seimbang”, namun keseimbangan itu dibangun di atas penderitaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.Hingga suatu hari, lahir seorang anak yang tidak tercatat dalam kitab mana pun.Ia bernama Aksara, pemuda dari Tanah Abu—wilayah terbuang tempat manusia hidup tanpa doa dan mati tanpa nama. Sejak kecil, Aksara dihantui mimpi tentang dunia tanpa langit, tanpa suara Dewa, dan tanpa garis takdir. Mimpi itu bukan ramalan… melainkan ingatan dari masa depan yang belum terjadi.Ketika sebuah segel kuno runtuh dan para Dewa turun tangan untuk menghapus kesalahan mereka sendiri, Aksara terbangun sebagai anomali: manusia pertama yang mampu melihat dan merobek takdir. Bukan dengan sihir, bukan dengan doa—melainkan dengan kehendak murni yang menolak tunduk.Kebangkitannya mengguncang Ardhavara.Para Dewa ketakutan.Para penjaga takdir ragu.Manusia mulai bertanya: jika takdir bisa dihancurkan, siapa yang harus bertanggung jawab atas hidup mereka sendiri?Dalam perjalanannya, Aksara bertemu mereka yang juga patah oleh dunia:seorang penjaga Kitab Takdir yang menyadari seluruh hidupnya adalah kebohongan,makhluk terkutuk yang diciptakan untuk membenci manusia namun justru memilih melindungi,dan saksi tua yang tahu bahwa kebebasan selalu menuntut harga yang kejam.Semakin dekat Aksara pada kebenaran, semakin jelas satu kenyataan pahit:Dunia tanpa takdir bukanlah dunia yang damai.Itu adalah dunia tanpa jaminan, tanpa janji keselamatan, tanpa surga di akhir penderitaan.Di titik akhir, Aksara harus membuat pilihan yang tak bisa ditarik kembali:memulihkan takdir demi ketertiban semu,atau menghancurkannya dan menyerahkan dunia pada tangan manusia—dengan segala kesalahan, kekejaman, dan kebebasan yang menyertainya.Karena kebebasan sejati bukan tentang hidup tanpa aturan,melainkan berani hidup tanpa alasan yang ditulis orang lain.Dan ketika takdir mati,manusia harus belajar menjadi Tuhan bagi dirinya sendiri."

Baca Novel
46 Total Views
Cover
EDITOR'S CHOICE #5 (STORY)

Sarjana Salah Jurusan

"Tokoh utama dalam novel ini adalah seorang pria biasa dengan hidup yang luar biasa berantakan. Masuk kuliah hukum bukan karena panggilan jiwa, tapi karena salah paham dan gengsi keluarga. Ia mengira “Ilmu Hukum” itu jurusan yang mengajarkan cara berdebat biar selalu menang di tongkrongan. Kenyataannya, ia justru terjebak di dunia pasal, ayat, dan dosen-dosen yang lebih misterius daripada jadwal kuliah.Hari-harinya di kampus dipenuhi kejadian konyol:pernah nyasar ke ruang sidang tiruan dan hampir ditahan satpam karena dikira pelaku perkara,magang di kantor pengacara tapi tugas utamanya cuma fotokopi, bikin kopi, dan dengerin curhat senior,hingga tanpa sengaja jadi terkenal karena pidato seriusnya selalu berakhir dengan tawa satu ruangan.Di tengah kekacauan itu, ia dikelilingi karakter-karakter absurd:teman kos yang hobi mengaku “pengusaha” padahal hidup dari utang,dosen galak yang ternyata paling lemah kalau sudah berhadapan dengan ibu kantin,dan seorang perempuan cerdas yang selalu muncul saat hidup tokoh utama berada di fase paling memalukan.“Sarjana Salah Jurusan” adalah novel komedi yang menertawakan realitas pendidikan, mimpi yang salah alamat, dan perjuangan hidup orang biasa yang sering merasa salah tempat—namun terus bertahan dengan satu senjata paling ampuh: tertawa atas nasib sendiri."

Baca Novel
38 Total Views

Baru Dirilis

Drama Perjuangan

Lihat Semua

Fantasi

Lihat Semua

Horor

Lihat Semua

Komedi

Lihat Semua
Beranda Rak Buku
Tulis
Profil