Malam Tidak Pernah Benar-Benar Pagi
Sinopsis Cerita
Di sebuah kecamatan kecil yang nyaris tak pernah muncul di peta, malam selalu terasa lebih panjang dari seharusnya.
Raka, seorang jurnalis lepas yang kehabisan pekerjaan di kota, pulang ke kampung halamannya di Jawa Tengah setelah ayahnya meninggal secara misterius. Kematian itu dinyatakan sebagai bunuh diri, tetapi Raka tahu ayahnya bukan tipe orang yang akan mengakhiri hidupnya sendiri—terlebih dengan wajah ketakutan yang membeku di foto jenazah.
Sejak kepulangannya, Raka mulai mengalami kejadian-kejadian ganjil: suara langkah di tengah malam, jam dinding yang berhenti tepat pukul 02.17, dan mimpi berulang tentang sebuah rumah kosong di ujung kampung—rumah yang menurut warga setempat “tidak pernah dihuni, tapi selalu ada yang pulang”.
Warga kampung menolak bicara. Mereka hidup dengan aturan tak tertulis:
tidak keluar rumah setelah tengah malam,
tidak menyebut nama orang mati lebih dari sekali,
dan tidak pernah menoleh jika mendengar panggilan dari belakang.
Pelan-pelan, Raka menemukan bahwa kampung itu menyimpan sejarah kelam: ritual lama yang gagal, hutang nyawa yang tidak lunas, dan sebuah perjanjian yang mengikat generasi demi generasi. Ayahnya bukan korban pertama—dan Raka mungkin bukan yang terakhir.
Semakin dekat Raka pada kebenaran, semakin tipis batas antara dunia orang hidup dan sesuatu yang seharusnya sudah pergi, tapi memilih tinggal.
Karena di kampung itu,
pagi bukanlah akhir dari malam—
dan tidak semua orang yang terbangun… benar-benar selamat.