Realita Hati: Terjebak Masa Lalu

Terjebak masa lalu itu nyata. Aku pernah ada di titik itu, hidup di antara penyesalan, cinta lama, dan keputusan bodoh yang tak bisa diulang.

Aku sadar, terjebak masa lalu bukan solusi. Tapi saat itu, aku benar-benar tidak tahu cara keluar dari semua ini.

Semakin aku lari, semakin aku merasa terjebak masa lalu yang seharusnya sudah aku tinggalkan.

Bukan karna aku gak ngerti cinta.
Tapi karna aku terlalu santuy sama sesuatu yang seharusnya aku jaga.

Dulu, aku punya seseorang.
Yang sabarnyaโ€ฆ gila sih.
Dia tetap ada, walaupun aku sering bikin dia sakit.

Dan bodohnya akuโ€ฆ
Aku nganggep itu biasa aja.

Realita Hati: Terjebak Masa Lalu

Aku ini tipe orang yang kalau udah gak sukaโ€ฆ ya udah.

Aku tinggalin.
Aku cuekin.
Aku biarin dia mikir sendiri, nahan sakitnya sendiri.

Tanpa penjelasan.
Tanpa penutup.
Tanpa mikir perasaannya.

Iyaโ€ฆ aku sejahat itu.

Aku pikir, hidup itu gampang.
Kalau gak cocok, tinggal cari yang baru.

Tapi yang aku gak sadarโ€ฆ
Setiap orang yang aku tinggalin, itu bukan cuma pergi.

Mereka ninggalin doa.

Dan mungkinโ€ฆ itu yang balik ke aku sekarang.


Aku gak cuma nyakitin satu dua orang.

Kalau dihitungโ€ฆ mungkin lebih dari 32 wanita pernah aku kecewain.

Dan semuanya punya cerita yang sama.

Awalnya aku baik.
Akhirnya aku hilang.

Kayak pengecut.


Yang paling nyesek itu bukan pas mereka nangis.

Tapi pas aku sadarโ€ฆ
Aku ini bukan korban.

Aku pelaku.

Aku yang bikin semuanya hancur.
Aku yang gak bisa jaga perasaan orang.
Aku yang selalu nyesel di belakang.

Dan anehnyaโ€ฆ
Aku selalu ngulang kesalahan yang sama.


Sampai akhirnyaโ€ฆ

Hidup mulai โ€œnampolโ€ aku pelan-pelan.

Aku ngerasain kosong.
Sepi.
Gak punya arah.

Mau cari yang baru? Bisa.
Tapi gak ada yang bener-bener โ€œkenaโ€.

Semua terasa hambar.

Kayakโ€ฆ
Aku lagi dihukum sama masa lalu aku sendiri.


Masa lalu itu emang gak bisa dilihat.

Tapi efeknyaโ€ฆ nyata.

Dia gak datang dengan suara.
Tapi dia hadir di setiap malam.

Di pikiran.
Di kenangan.
Di penyesalan yang gak ada ujungnya.

Dan disitu aku sadarโ€ฆ

Aku bukan kangen orangnya.
Aku cuma lagi dikejar rasa bersalah.


Aku sempet ada di titik paling bawah.

Capek.
Pasrah.
Hampir nyerah sama semuanya.

Dan di saat ituโ€ฆ

Dia datang.


Gak pakai drama.
Gak pakai janji manis berlebihan.

Dia cuma hadirโ€ฆ
di waktu aku udah gak berharap apa-apa.

Dia isi ruang yang kosong itu.
Pelan-pelan.

Tanpa maksa.
Tanpa nuntut.

Tapi anehnyaโ€ฆ
Dia bawa kebahagiaan yang bahkan gak pernah aku rasain sebelumnya.

Kayakโ€ฆ 1000 kebahagiaan datang sekaligus.


Dari dia, aku mulai belajar.

Belajar jadi laki-laki yang bener.
Belajar menghargai.
Belajar untuk gak ulang kesalahan yang sama.

Bukan karna aku tiba-tiba jadi baik.

Tapi karna aku takutโ€ฆ

Kehilangan lagiโ€ฆ untuk kedua kalinya.


Sekarang, dia jadi istriku.

Dan aku punya satu anak laki-laki yangโ€ฆ ganteng banget. Hehe.

Kadang aku mikirโ€ฆ

Gimana kalau aku masih jadi aku yang dulu?

Mungkin aku gak akan ada di titik ini.

Mungkin aku masih jadi orang yang samaโ€ฆ
yang nyakitin orang, lalu nyesel di belakang.


Aku gak pernah lupa masa laluku.

Karna dari situ aku tahuโ€ฆ
seberapa buruk aku dulu.

Dan seberapa besar kesempatan yang aku dapet sekarang.


Kalau kamu lagi ada di posisi yang sama kayak aku duluโ€ฆ

Masih santuy nyakitin orang.
Masih nganggep perasaan itu hal sepele.

Satu hal yang harus kamu tahu:

Semua yang kamu lakuinโ€ฆ
akan balik.

Cepat atau lambat.

Dan kalau itu datangโ€ฆ

Rasanya gak enak, bro.


Masa lalu itu bukan untuk dilupain.

Tapi untuk diingetโ€ฆ
biar kita gak jadi orang yang sama.

Karna kalau kamu terus hidup kayak duluโ€ฆ

Bisa jadi, saat kamu nemu orang yang bener-bener tulusโ€ฆ

Kamu malah kehilangan lagi.

Dan percayalahโ€ฆ

Menyesal untuk kedua kalinyaโ€ฆ
itu jauh lebih sakit.

Dan gak semua orangโ€ฆ
dikasih kesempatan kedua.

โœ๏ธ Tentang Penulis

Penulis : Cecep Hidayat

Di tulis : Selasa, 14 April 2026

Waktu : Jam 05.08 WIB


“Menulis bukan sekadar kata, tapi tentang rasa yang pernah ada dan tak pernah benar-benar hilang.”

Realita Hati by Suka Nulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *